Pages

Sunday, October 19, 2014

Kisah Jimbe dan Pemukulnya



Malam itu tepatnya pada hari Jumat, 10 Oktober 2014 di Mahan Agung akan dilangsungkan Pembukaan PR Summit 2 . Dalam kegiatan tersebut,  gw  diamanahkan untuk mengurusi persiapan acara Pembukaan di Mahan Agung. Sampai sore itu, perlengkapan acara mulai dari  tempat, katering, layar, lcd, listrik, sound sistem bahkan orgen tunggal sudah tersedia semua (memang benar-benar maksimal nih pelayanan dari Pak Gubernur). Sebelum Maghrib semua panitia briefing untuk menyiapkan acara pembukaan pada malam harinya, tep ternyata pembukaan memerlukan gong untuk seremonial pembukaan secara simbolis (awalnya sih disepakati ga pake gong.. hmm), tapi yasudahlah , sebagai jundi yang taat, gw mah ikut aja.. masih ada waktu kurang lebih 1 jam untuk mempersiapkannya, malam itu berpikir keras di mana mencari Gong dan teman-temannya.

Teringat di kontrakan gw  ada Jimbe yang bisa dipakai untuk seremonial pembukaan, yu wislah pake itu aja.. .
Cuss... malam itu juga langsung pulang ke kontrakan buat ngambil tuh Jimbe.., ditemenin sama driver handal, Syeikh Agus. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB, sementara acara pembukaan akan segera dimulai pukul 20.00 WIB. Kondisi macet menambah kegusaran ku malam itu.. (wiidihh bahasanya, gusar).Tapi, gw mencoba untuk tetap kelam.. eh kalem maksudnya..
Dalam perjalanan ke kontrakan, Syeikh Agus mengusulkan untuk meminjam Gong ke salah satu Organisasi di kampus.
Sesampai di kontrakan, Jimbe tetap diambil sebagai alternatif kalo Gong ga bisa dipinjam.. Untuk pemukulnya ini masih bingung,akhirnya bongkar-bongkar kontrakan, ditemukan  patahan gagang sapu sama baju bekas dan tali kur sebagai pengikatnya.. Fix, alternatif kedua udah jadi.. Back to alternatif pertama, yaitu Pinjam GONG ke UKM Tersebut. Berjuta jurus rayuan kami keluarkan supaya dipinjamkan.. tetapi tetap gagal... yasudah, alternatif kedua dipake... Jimbe dan Pemukulnya..
Selama perjalanan pulang ke Mahan Agung, di mobil  Pemukul Jimbe dirakit. Dengan jiddiyah dan tekad yang kuat, pemukul jimbe berhasil dibuat.. Setelah diliat-liat masih kurang menarik pemukulnya, Syeikh Agus mengusulkan untuk dibungkus pake Balon. Dan kami pun mampir ke Surya untuk membeli balon.
Jam 20.15 WIB, kami sampai di Mahan Agung.. mau ngeluarin tuh Jimbe dan pemukulnya ke Panggung, berat bener rasanya, malu iya. Ntah layak apa ngga itu jadi pembuka acara nasional.. Dengan berbagai pertimbangan ditambah pertimbangan dari Mario, selaku kordinator acara.. Muncullah Jimbe dan pemukulnya di Panggung Mahan Agung yang megah itu menjadi Pembuka Acara PR Summit 2 di Lampung..



No comments:

Post a Comment